Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 18 September 2026 · ~261 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

AI Disebut Dipakai Curi Ribuan Desain Kaos, Dijual Murah di Temu

Sebuah label kaos di Sydney mengaku ribuan desainnya dicuri dan dijual identik di Temu, diduga hasil scraping pakai AI. Peringatan buat pelaku usaha kreatif.

Kalau lo punya usaha kreatif dan jualan online, cerita yang satu ini bikin merinding. Sebuah label kaos di Sydney, Lonely Kids Club, menemukan ribuan desain mereka dijual identik di Temu.
Pemiliknya menduga ada peran AI dalam pencurian ini. Kasusnya jadi contoh nyata bagaimana scraping bisa dipakai buat meniru karya orang lain dalam skala besar.

Kronologi singkatnya

Warwick Levy, pemilik Lonely Kids Club, sudah 15 tahun menjalankan bisnis kaosnya. Dia pertama kali sadar saat menemukan desain yang identik dijual di Temu. Ternyata bukan cuma satu.
Antara 2025 sampai awal tahun ini, dia menemukan ribuan versi bajakan dari karyanya. Dugaan kuatnya, AI dipakai buat menyapu seluruh situs mereka, lalu meniru desainnya dengan cepat dan murah.

Kenapa ini relevan buat pelaku usaha di Indonesia

Scraping pakai AI itu murah dan cepat. Kalau karya lo ada online, dia bisa ditiru atau dijadikan bahan latihan model dalam hitungan jam. Untuk UMKM dan brand lokal yang gak punya tim legal besar, ini ancaman nyata yang sering diabaikan.
Menuntut marketplace lintas negara juga berat. Banyak pelaku usaha kecil cuma bisa waspada sambil terus memantau.

Cerita Lonely Kids Club bukan cuma soal satu brand yang kena. Ini gambaran gimana AI bisa dipakai buat mencuri karya dalam skala industri. Buat kamu yang berkarya, perlindungan dan kewaspadaan sekarang bukan pilihan, tapi keharusan.

Sumber: 'Brutal': thousands of T-shirt designs stolen and listed on Temu, Sydney label claims