Dipublikasikan: 4 Agustus 2026 · ~279 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Bending Spoons Caplok Airtable, Startup yang Pernah Tembus Valuasi $11 Miliar
Airtable yang dulu sempat disuntik valuasi $11 miliar, akhirnya diboyong Bending Spoons cuma $1.28 miliar. Ini cerita tentang realistisnya valuasi startup di era sekarang.
Kabar M&A yang cukup bikin terhenyak datang dari dunia SaaS. Bending Spoons, perusahaan asal Italia yang doyan ngebangkitin aplikasi yang mulai redup, resmi ngakuisisi Airtable dengan nilai $1.28 miliar.
Buat lo yang ngikutin perjalanan Airtable, angka ini kayak tamparan halus. Di puncaknya tahun 2021, valuasi mereka sempat nembus $11 miliar. Sekarang, sahamnya aja disebut-sebut cuma dihargai sekitar $4 miliar di pasar sekunder sebelum deal ini diumumin.
Kenapa Bending Spoons
Bending Spoons punya reputasi yang cukup jelas. Mereka terkenal doyan ngakuisisi produk yang mulai kehilangan momentum, terus dirombak operasionalnya biar lebih efisien dan profitabel. Beberapa produk yang udah mereka pegang jadi bukti pola ini.
Buat Airtable, yang produknya masih dipakai banyak tim product dan ops, ini bukan akhir jalanan. Tapi perubahan arah operasional, kebijakan pricing, sampai strategi produk, kemungkinan besar bakal terjadi. Itu yang biasanya bikin user setia deg-degan.
Pelajaran soal valuasi
Jatuhnya valuasi dari $11 miliar ke $1.28 miliar itu bukan cuma kabar buruk buat investor. Ini sinyal bahwa pasar mulai realistis soal pertumbuhan SaaS. Dulu, revenue growth doang cukup buat narik valuasi gila-gilaan. Sekarang, profitabilitas dan efisiensi mulai jadi pertimbangan utama.
Buat founder startup Indonesia, cerita ini layak jadi bahan renungan. Growth tetap penting, tapi sustainabilitas bisnis justru yang bikin startup bisa bertahan waktu modal mulai ketat.
Deal ini nutup satu babak penting buat Airtable, dan sekaligus jadi pengingat bahwa valuasi tinggi tanpa profit itu rapuh. Buat industri SaaS, ini momen yang pas buat ngaca.