Dipublikasikan: 5 Agustus 2026 · ~323 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Bisnis Data Center AMD Naik 107 Persen Berkat AI, Gaming Justru Merosot
Laporan keuangan AMD kuartal ini bikin arah industrinya makin jelas. Segmen data center naik 107 persen year over year karena permintaan AI, sementara gaming turun 31 persen. Prioritas perusahaan udah ketauan banget.
Kalau lo masih ragu kalau AI lagi ngaruh ke bisnis hardware, laporan keuangan AMD kemarin jawabannya. Segmen data center mereka naik dua kali lipat year over year, tembus $6,7 miliar. Sementara gaming, yang dulu jadi andalan, malah anjlok.
Ini bukan angka kecil. Dari $3,2 miliar di periode yang sama tahun lalu jadi $6,7 miliar sekarang. Dan CEO Lisa Su udah bilang targetnya tahun depan bakal naik dua kali lipat lagi.
Angkanya gimana
Pendapatan data center AMD di Q2 nyentuh $6,7 miliar, naik 107 persen dari tahun lalu dan naik juga dari $5,8 miliar di Q1. Semua didorong permintaan kapasitas AI yang lagi gila-gilaan. Di sisi lain, gaming cuma dapet $779 juta, turun 31 persen karena harga komponen naik dan stok konsol lagi ketat.
CEO Lisa Su juga bilang segmen data center bakal naik dua kali lipat lagi di 2027. Artinya AMD udah mutusin posisi, mereka sekarang perusahaan infrastruktur AI, bukan sekadar brand gaming.
Kenapa ini penting
Buat industri cloud dan enterprise di Indonesia, sinyal ini penting. Persaingan di hardware data center makin serius antara AMD, Intel, dan pemain ASIC. Permintaan AI yang gede banget bikin vendor beneran ngejar kapasitas compute, bukan cuma jualan gimmick.
Kalau tren ini lanjut, harga dan ketersediaan hardware buat training atau inference AI bisa makin kompetitif. Provider cloud lokal yang pinter milih timing bakal dapet untung.
Laporan ini nunjukin kalau era AI udah beneran ngubah struktur pendapatan perusahaan hardware terbesar. AMD bukan lagi cuma lawan NVIDIA di gaming, mereka sekarang petarung serius di infrastruktur AI. Dan buat pasar kayak Indonesia, itu artinya hardware data center bakal makin ramai, makin kompetitif, dan makin terjangkau.
Sumber: AMD's data center business is booming while gaming takes a backseat