Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 14 Juli 2026 · ~251 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

Bos Google DeepMind Ngajak Bentuk Badan Pengawas AI Global, Dipimpin AS

Demis Hassabis, CEO Google DeepMind, usul pembentukan badan pengawas AI global dengan kewenangan ngerem model frontier yang dinilai terlalu berbahaya. AS diusul jadi pemimpin.

Demis Hassabis, CEO Google DeepMind, baru aja ngeluarin opini yang cukup panas. Lewat blog post terbarunya, dia bilang dunia butuh badan pengawas AI global yang punya kewenangan buat ngerem perkembangan model AI frontier kalau udah keluar jalur. Dan tebak siapa yang dia usul jadi pemimpinnya? Amerika Serikat.

Apa yang dia usul

Hassabis membayangkan badan pengawas ini mirip kayak Financial Industry Regulatory Authority (FINRA) yang ngawasin industri keuangan di AS. Bedanya, badan ini khusus nge-handle AI. Anggotanya gabungan dari para ahli independen, perwakilan komunitas open source, dan punya kewenangan buat ngevaluasi frontier model sebelum dirilis ke publik. Intinya, semacam quality gate buat AI.

Kenapa AS yang leading

Alasannya simpel, menurut Hassabis, AS punya standing ekonomi dan teknis yang paling siap buat jadi pionir standar global AI. Ini argumen yang menarik, soalnya selama ini banyak suara dari Eropa dan China yang juga pengen punya andil dalam tata kelola AI global. Tapi ya, DeepMind kan perusahaan AS, jadi wajar mereka ngeliat dari kacamata sana.

Hassabis emang bukan orang sembarangan buat ngeluarin pernyataan kayak gini. Tapi tetep, wacana badan pengawas global ini bakal panjang jalannya. Yang jelas, diskusi soal regulasi AI udah mulai naik level dari sekadar omongan forum akademik ke proposal konkret.

Sumber: Google's Demis Hassabis says it's time for a global AI watchdog — led by the US