Dipublikasikan: 5 Oktober 2026 · ~222 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Google Setop Bug Bounty Open Source Gara-Gara Banjir Laporan AI
Google membekukan sementara program bug bounty open source mereka. Penyebabnya lonjakan laporan hasil AI yang membanjiri antrean dan bikin tim keamanan kewalahan menyaring noise.
Program bug bounty open source Google mendadak dibekukan. Bukan karena nggak ada bug, tapi justru karena laporannya kebanyakan.
AI bikin orang bisa nyetor submission dalam jumlah gila-gilaan, dan Google akhirnya angkat tangan. Ini cerita soal sistem keamanan yang kelewat sukses sampai malah kewalahan sendiri.
Apa yang sebenarnya terjadi
Google buat sementara menutup program bug bounty mereka khusus buat proyek open source. Alasannya cukup masuk akal. Ada lonjakan signifikan laporan yang jelas dihasilkan AI, tanpa verifikasi, tanpa konteks, dan sering kali salah. Tim keamanan jadi kebanjiran noise yang harus disaring manual.
Kenapa AI jadi masalah di sini
Bug bounty itu sistem kepercayaan. Peneliti melaporkan celah, maintainer memverifikasi, lalu bayaran keluar sesuai dampak. Begitu AI bisa memproduksi laporan ratusan sekaligus, rasio signal terhadap noise langsung ambruk.
Maintainer open source yang biasanya kerja sukarela jadi kehabisan waktu buat ngecek laporan sampah, bukan celah asli.
Buat Google, langkah ini lebih ke penyelamatan sistem daripada mundur total. Bug bounty tetap relevan, cuma perlu filter yang lebih pintar biar laporan beneran sampai ke meja orang yang tepat.
Sumber: Google froze its open source bug bounty program due to a ‘significant rise’ in AI submissions