Dipublikasikan: 21 September 2026 · ~244 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Hacker Korea Utara Nyamar Jadi Recruiter, 30 Ribu Perangkat Kena
Kelompok hacker Korea Utara pakai lowongan kerja palsu buat nyusup ke laptop developer. 30 ribu perangkat kena, 7 ribu wallet crypto dirampok.
Kalau lo developer atau orang IT yang lagi aktif cari kerja, kisah ini relevan banget. Ada kelompok hacker yang nyamar jadi recruiter, nawarin proyek atau posisi, terus nembak malware ke perangkat lo.
Hasilnya bukan main. Puluhan ribu perangkat kena, dan puluhan juta dolar ambyar dari wallet crypto korban.
Modusnya rapi banget
Mulanya target dihubungi lewat media sosial, platform lowongan, sampai situs freelance. Mereka diminta buka file atau jalanin tugas teknis buat verifikasi skill. Begitu file jalan, malware langsung ambil alih.
Yang bikin repot, tampilannya meyakinkan. Nama perusahaan ada, deskripsi kerja masuk akal, komunikasi terasa profesional. Korban sadar belakangan setelah akun dan dompet crypto mereka dibobol.
Skalanya besar dan lintas negara
Serangan ini jalan dari Desember 2025 sampai Juli 2026. Dampaknya kena lebih dari 30 ribu perangkat di lebih dari 100 negara, dan sekitar 7.000 wallet crypto berhasil diambil.
Otoritas dari Jepang, Australia, Jerman, dan Amerika Serikat sudah keluarin imbauan bersama. Jadi ini bukan kasus kecil yang bisa diabaikan.
Serangan lewat jalur karier ini kelihatan sepele, tapi efeknya brutal. Selama masih ada orang yang mau buka file demi peluang kerja, celah ini bakal terus dipakai. Jadi mulai sekarang, anggap setiap ajakan verifikasi skill lewat file sebagai red flag sampai terbukti sebaliknya.
Sumber: North Korean Hackers Posed as Recruiters. They Infected 30,000 Devices Worldwide