Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 26 September 2026 · ~283 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

Ada yang Berhasil Jalanin DOOM Cuma Pakai SQL

Sekelompok engineer di CedarDB berhasil memport DOOM ke SQL, bahasa database yang biasanya dipakai buat ngatur data. Hasilnya bukti kalau SQL jauh lebih fleksibel dari yang orang kira.

Selama ini orang mikir SQL cuma buat ngatur tabel dan query data. Itu memang tujuan aslinya. Tapi di balik itu, SQL sebenarnya bahasa pemrograman juga, lengkap dengan fitur yang biasa lo temuin di C atau Python.

Buat ngebuktiin itu, sekelompok orang di CedarDB nekat memport DOOM ke SQL. Ya, game legendaris itu jalan di atas bahasa database.

Gimana caranya DOOM bisa jalan di SQL

Datanya semua disimpan di tabel. WAD file, yang isinya hampir seluruh aset game kecuali engine, dimasukin ke serangkaian tabel. Bagian ini malah termasuk yang paling gampang buat mereka.

Yang bikin rumit adalah timing dan rendering. Mereka harus ngatur supaya game tetap jalan di 35 fps, plus ngegambar frame-nya. Proses rendering-nya saja makan sekitar 1300 baris SQL.

Kenapa ini lebih dari sekadar iseng

Proyek ini nunjukin kalau batas antara bahasa query dan bahasa general purpose itu nggak sekaku yang kita bayangkan. SQL punya kontrol alur, fungsi, dan kemampuan lain yang bisa dipakai buat hal di luar dugaan.

Buat developer, ini pengingat buat nggak mengkotak-kotakkan tool. Kadang solusi paling aneh justru datang dari alat yang lo anggap cuma bisa satu hal.

Port DOOM ke SQL memang nggak bakal langsung ngubah cara lo kerja. Tapi proyek macam ini bagus buat ngasah rasa penasaran soal batas kemampuan sebuah tool. Buat yang lagi belajar database, ini contoh seru kalau lo mau tahu sejauh apa SQL bisa dipaksa. Dan buat industri, ide iseng kayak gini sering jadi awal dari hal yang lebih serius.

Sumber: Abusing SQL to Play DOOM