Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 22 September 2026 · ~242 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

KDE Genap 30 Tahun, Komunitas Open Source-nya Masih Hidup

KDE genap 30 tahun dan komunitasnya masih sehat. Jumlah kontributor stabil, commit tetap banyak. Ada pelajaran buat proyek open source lokal.

Proyek desktop KDE masuk usia 30 tahun. Yang bikin gue kagum, jumlah kontributor dan commit-nya nggak menurun, justru lagi dalam kondisi sehat.

Di dunia open source, proyek bisa bertahan tiga dekade itu pencapaian yang jarang. Banyak komunitas besar justru mengering setelah pendirinya mundur.

Perjalanan angkanya

Salah satu kontributor inti, Kevin Ottens, membagikan data analitik komunitas selama 30 tahun. Jumlah kontributor pernah memuncak di sekitar 180 orang, lalu turun ke titik terendah sekitar 110 orang pada 2017.

Setelah itu ada dua momen besar. Pertama, pemilihan KDE Goals oleh komunitas pada 2018, salah satunya soal onboarding kontributor baru. Kedua, migrasi ke GitLab yang rampung awal kuartal kedua 2020. Sekarang jumlah kontributor stabil di sekitar 140 orang.

Kenapa open source bisa bertahan lama

Kuncinya ada di regenerasi. Proyek open source yang mati biasanya karena bergantung ke segelintir orang. KDE sadar itu dan sengaja membangun jalur masuk buat kontributor baru.

Migrasi ke GitLab juga bukan sekadar pindah alat. Buat kontributor, alur kerja yang lebih modern bikin proses kontribusi terasa jauh lebih gampang. Ini pelajaran buat proyek lokal yang mau panjang umur.

30 tahun itu bukan angka kecil buat proyek open source. Yang bikin KDE tetap jalan bukan keberuntungan, tapi kebiasaan merawat komunitas dan proses kontribusinya.

Sumber: As KDE Turns 30, Contributors and Commits are Going Strong