Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 6 Oktober 2026 · ~280 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

8 Juta Data Warga Denmark Bocor, Celahnya dari Akses yang 'Sah'

Data 8 juta warga Denmark bocor dari database CPR, kebocoran terbesar dalam sejarah negara itu. Aksesnya didapat lewat penyalahgunaan akses legal sebuah perusahaan.

Denmark lagi kena pukulan besar. Sekitar 8 juta data warga Denmark dan penduduknya dicuri dari Central Person Register alias CPR, database pemerintah yang nyimpen identitas resmi mereka.

Angkanya bikin kaget, karena jumlah penduduk Denmark sekarang cuma sekitar 6 juta orang. Tapi database-nya emang nyimpen sekitar 11 juta catatan, sebagian sampai masuk ke data puluhan tahun lalu.

Apa yang bocor

Data yang diambil mencakup nama, alamat, nomor social security, dan informasi pribadi lainnya. Buat lo yang belum familiar, CPR itu kayak kunci utama buat urusan pajak sampai akses layanan publik di Denmark. Jadi kalau database ini kena, efeknya nyebar ke banyak aspek hidup orang.

Pemerintah Denmark nggak mau nyebut siapa dalang di baliknya. Insidennya terjadi bulan September, tapi baru ketahuan 2 Oktober. Ini yang bikin makin serem, karena artinya data itu udah terbuka cukup lama sebelum ada yang sadar.

Celahnya justru dari akses yang sah

Yang bikin makin ngeri, akses tidak sah itu didapat dengan menyalahgunakan akses legal sebuah perusahaan Denmark ke sistem CPR. Jadi pelakunya nggak jungkir balik nembus firewall. Mereka masuk lewat pintu yang emang udah kebuka buat pihak ketiga.

Pola kayak gini sering kejadian. Banyak organisasi fokus ngerasin sistem dari luar, tapi lupa kalau jalur akses internal dan mitra bisa jadi titik lemah paling gampang.

Kebocoran di Denmark jadi pengingat kalau data identitas itu aset paling sensitif yang bisa lo pegang. Sekali bocor, dampaknya nggak cuma sehari dua hari, tapi bisa nempel bertahun-tahun.

Sumber: Hackers Steal 8 Million Citizens' Records From Danish Government Database