Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 3 Agustus 2026 · ~238 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

Format dokumen terbuka udah jadi standar, kok masih susah lepas dari MS Office?

ODF dan OOXML sama-sama standar, tapi migrasi dokumen antar aplikasi tetap menyebalkan. The Document Foundation bilang Microsoft bikin standarnya melenceng. Ini ceritanya.

Kalau lo pernah pindah kerja dari perusahaan yang pakai LibreOffice ke yang full Microsoft, lo pasti ngerti rasanya dokumen berantakan. File docx yang dibuka di aplikasi open source kadang jadi beda format, ada yang geser, ada yang ilang. Masalah ini lagi diangkat lagi di Slashdot, dan akar masalahnya ternyata bukan cuma soal aplikasi, tapi soal standar.

Standar yang melenceng

OOXML dikembangin Microsoft dan udah jadi standar ISO sejak 2008. Tapi The Document Foundation yang ngurusin LibreOffice bilang, Microsoft praktis ngebreak standar itu dengan tetep make versi transitional sebagai default, bukan versi Strict yang lebih bersih. Hasilnya, dokumen yang dibuat di MS Office sering nggak akurat pas dibuka di aplikasi lain.

Kenapa ini bikin pusing

Pindah dokumen non-trivial dari MS Office ke aplikasi non-MS itu lebih ribet dari yang keliatan. Bukan cuma soal font atau margin, tapi struktur internal file yang beda implementasi. Buat institusi yang mau migrasi ke open source demi hemat lisensi, ini tembok besar yang bikin rencana sering mandek.

Intinya, masalah ini bukan cuma soal preferensi aplikasi, tapi soal siapa yang pegang kendali atas data lo. Standar terbuka tuh udah ada, tinggal didorong biar dipake bener-bener.

Sumber: Is There a Way to Promote Open Document Formats Instead of 'MS Office' Format?