Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 2 Agustus 2026 · ~255 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

Saham Apple Anjlok 10 Persen, Krisis Memory Shortage Mulai Terasa

Saham Apple anjlok setelah Tim Cook ngaku kena imbas memory shortage. Buat pembeli hardware enterprise, ini alarm buat siapin budget sebelum harga makin naik.

Apple lagi kena pukulan telak. Sahamnya anjlok hampir 10 persen dalam sehari setelah Tim Cook ngaku kalau krisis memory shortage bikin biaya produksi mereka melonjak.

Ini bukan drama Apple doang. Buat siapa pun yang kerja di hardware atau enterprise, cerita ini jadi alarm kalau supply chain memory lagi kacau balau.

Yang sebenarnya terjadi

Dalam earnings call kuartal terakhir, Cook bilang Apple bayar jauh lebih mahal buat memory dan harga itu diprediksi terus naik. iPhone dan Mac sebenernya laku di atas ekspektasi, tapi supply chain yang kaku bikin mereka susah ngikutin permintaan.

Analis memperkirakan margin iPhone bisa turun dari 38 persen ke 34,5 persen. Ada juga skenario di mana Apple naikin harga iPhone, yang ujung-ujungnya bikin pertumbuhan unit melambat.

Kenapa memory tiba-tiba mahal

Shortage ini bukan cuma soal RAM komputer. Memory juga dipakai buat AI inference, data center, sampe perangkat edge. Permintaan dari sektor AI meledak, sementara kapasitas produksi pabrik nggak ngejar.

Buat perusahaan yang lagi belanja server atau laptop buat tim, ini artinya budget hardware bakal makin tipis. Jangan kaget kalau quote vendor naik drastis di kuartal depan.

Krisis memory ini bakal jadi headline terus dalam beberapa bulan ke depan. Buat yang cerdas, ini bukan cuma berita, tapi momen buat ngerombak strategi belanja hardware sebelum semuanya makin mahal.

Sumber: Apple's Stock Drops Nearly 10%. How Will It Respond to Memory Shortage?