Dipublikasikan: 30 September 2026 · ~249 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Belanda Tinggalkan Windows, Bangun Distro Linux Sendiri buat Instansi Negara
Pemerintah Belanda lagi bangun distro Linux berbasis NixOS buat gantiin Windows di semua instansi negara. Ini soal kedaulatan digital, bukan cuma soal lisensi.
Pemerintah Belanda bikin keputusan yang cukup berani. Mereka lagi bangun distro Linux sendiri buat gantiin Windows di komputer instansi negara. Proyeknya dinamai Digitaal Autonome Werkomgeving Overheid, atau Digital Autonomous Work Environment.
Pendekatannya bukan sekadar ganti sistem operasi. Ini soal siapa yang pegang kendali atas infrastruktur digital mereka sendiri.
Basisnya NixOS, bukan distro biasa
Distro ini dibangun di atas NixOS, yang aslinya lahir dari lingkungan universitas di Belanda. NixOS punya pendekatan konfigurasi yang deklaratif, jadi setup sistem bisa direproduksi dan diaudit dengan rapi.
Artinya, mereka bisa bikin satu standar instalasi buat ribuan mesin pemerintah tanpa harus setting satu per satu secara manual.
Kedaulatan digital jadi alasan utama
Beberapa tahun terakhir banyak negara Eropa mulai reevaluasi ketergantungan mereka ke vendor teknologi besar dari luar. Waktu perusahaan atau individu pindah, itu biasa. Tapi kalau seluruh negara yang pindah, ceritanya beda.
Nggak heran kalau langkah Belanda ini dibaca sebagai sinyal. Ketergantungan ke satu vendor asing dianggap risiko strategis, bukan cuma soal biaya lisensi.
Kalau proyek ini jalan, dia bisa jadi contoh nyata soal migrasi besar ke open source tanpa jatuh ke kekacauan. Buat kamu yang ngurus IT di perusahaan atau instansi, ini layak diikuti. Bukan karena ikut ikutan, tapi karena pilihan infrastruktur itu selalu soal independensi jangka panjang.
Sumber: No More Windows For The Dutch Government, Ze Kiezen Nu Linux