Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 11 Agustus 2026 · ~275 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

Bocornya Ceva Logistics Jadi Pelajaran Penting Soal Risiko Rantai Pasokan

Serangan ke Ceva Logistics nyeret bank, retailer, sampai gamer Steam. Ini bukti kalau keamanan data gak cuma tanggung jawab perusahaan sendiri.

Serangan ke Ceva Logistics bukan cuma masalah Ceva. Raksasa logistik asal Prancis ini kena hack, dan efeknya nyebar ke bank, retailer, bahkan gamer Steam yang datanya ikut kebawa.

Kasus kayak gini selalu menarik buat dibedah, karena nunjukin kalau keamanan data sekarang gak bisa dilihat per perusahaan doang. Semua saling nyambung.

Yang terjadi

Ceva Logistics, perusahaan logistik dengan pendapatan USD 18,3 miliar di 2025 dan lebih dari seribu gudang di seluruh dunia, dilaporkan kena serangan siber. Setidaknya delapan gudang di Eropa yang dipakai buat ngirim barang kena dampaknya, dan serangan ini bikin pengiriman banyak barang jadi telat.

Yang lebih bikin waswas, data pribadi dari perusahaan-perusahaan yang ngandelin Ceva buat ngirim produk mereka ikut dicuri. Jadi sekali hack, korban langsung banyak banget.

Kenapa efeknya nyasar ke mana-mana

Ini yang bikin kasus Ceva beda dari breach biasa. Ceva itu semacam penghubung di rantai pasokan, banyak perusahaan ngandelin mereka dari lini produksi sampai ke tangan pembeli. Ketika satu titik di tengah rantai itu bobol, data dari banyak pemain ikut melorot.

Mulai dari bank, retailer, sampai gamer Steam kena imbasnya. Ini contoh klasik third-party risk yang sering dianggap remeh, padahal konsekuensinya bisa jauh lebih gede dari yang dibayangin.

Breach Ceva nunjukin kalau keamanan itu ekosistem, bukan tembok masing-masing. Satu celah di vendor bisa jadi gerbang buat banyak orang. Buat yang masih anggap third-party risk urusan belakangan, mungkin sekarang waktunya mikir ulang.

Sumber: A Data Breach At Shipping Giant Ceva Logistics Is Rippling Across Banks, Retailers, Steam Gamers, and Beyond