Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 8 Agustus 2026 · ~275 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

Data Center Amazon di Texas Disebut Bakal Pakai Pembangkit Paling Kotor di AS

Amazon bangun data center di Texas yang listriknya bakal disuplai pembangkit paling kotor di AS. Ini tamparan buat industri cloud soal janji netral karbon dan ongkos energi AI.

Amazon lagi bangun data center di Texas. Masalahnya, listrik buat data center itu bakal datang dari pembangkit yang dinobatkan sebagai yang paling kotor di Amerika Serikat.
Kontradiksi banget kan, apalagi gue inget Amazon selama ini rajin banget ngomongin komitmen netral karbon. Tapi ini kejadian nyata, dan jadi pengingat kalau cloud itu punya ongkos energi yang enggak kecil.

Gimana bisa begitu

Laporannya muncul di NYT dan langsung bikin industri cloud geleng-geleng kepala. Data center butuh listrik dalam skala gila, dan di Texas, pilihan pasokannya jatuh ke pembangkit yang emisinya paling parah se-AS.
Ini bukan soal Amazon doang. Ini potret realita bahwa ekspansi cloud besar-besaran sering nabrak sama janji keberlanjutan.

Artinya buat industri cloud

Permintaan listrik data center meledak, apalagi sejak AI butuh komputasi berat. Akibatnya, perusahaan cloud kepepet cari sumber daya murah, dan hasilnya kadang kontradiktif sama citra hijau mereka.
Buat enterprise yang lagi nimbang pindah ke cloud, ini sinyal buat mulai nanya. Penyedia cloud lo ambil listriknya dari mana. Keberlanjutan bukan cuma jargon marketing, ini jadi faktor teknis dan risiko reputasi.

Kasus Amazon ini pengingat keras, cloud itu bukan awan beneran yang bersih. Di balik layanan mulus, ada pembangkit listrik, emisi, dan keputusan bisnis yang jarang keliatan. Buat lo yang serius di dunia tech, mulai peduli ke arah mana energi data center mengalir itu langkah yang bagus.

Sumber: New Amazon Data Center Is Set to Have the Most Polluting Power Plant in the U.S.