Dipublikasikan: 16 September 2026 · ~239 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
JD Vance Tolak Regulasi AI, 'Kalau Bikin Frankenstein, Jangan Minta Diatur'
Wakil Presiden AS JD Vance menolak dorongan regulasi keselamatan AI. Komentarnya menyerang balik Dario Amodei yang minta pengawasan global. Debat tata kelola AI makin panas.
Debat soal siapa yang harus ngatur AI makin panas di level politik. Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, terang-terangan menolak dorongan buat memperketat regulasi keselamatan AI.
Sasarannya jelas, yaitu Dario Amodei, co-founder Anthropic, yang sebelumnya menyerukan koordinasi pengawasan AI, termasuk dengan China.
Apa yang dibilang Vance
Vance menyampaikan pesan pedas buat perusahaan yang bikin model AI paling canggih. Kurang lebih bunyinya begini, kalau lo mau bikin Frankenstein, jangan datang ke pemerintah minta diatur.
Menurut dia, perusahaan yang sadar produknya berisiko nggak bisa lempar tanggung jawab ke negara. Kritik ini diarahkan ke mereka yang sebelumnya minta campur tangan pemerintah.
Duel narasi di industri AI
Sementara itu, sejumlah CEO perusahaan AI sempat ramai-ramai menyerukan perlambatan pengembangan model paling mutakhir. Ada juga peneliti yang mundur dan menuduh perusahaan AI mempertaruhkan nyawa banyak orang.
Jadi ada paradoks. Satu pihak minta diatur, pihak lain di pemerintahan bilang regulasi bukan jalan keluar. Narasi AI sebagai ancaman besar justru dipakai kedua kubu untuk kepentingan masing-masing.
Soal AI, dunia masih bingung memilih antara ngebut atau rem. Buat Indonesia, nggak perlu ikut pilih kubu. Yang penting, siapkan aturan yang jelas dan fleksibel, biar inovasi tetap jalan tanpa bikin celaka.
Sumber: 'If you're building Frankenstein, stop': JD Vance dismisses calls for AI regulation