Dipublikasikan: 6 Oktober 2026 · ~263 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
ChatGPT dan Codex Bakal Dikasih Watermark Teks, Mulai dari Uni Eropa
OpenAI mulai pasang watermark teks textGrain di ChatGPT dan Codex, tapi baru buat pengguna Uni Eropa. Ini langkah nurut AI Act, sekaligus uji coba yang belum tentu akurat.
OpenAI mulai nyelipin watermark teks ke output ChatGPT dan Codex. Namanya textGrain, sifatnya machine-readable dan nggak keliatan di mata manusia biasa. Buat tahap awal, rollout-nya cuma buat pengguna di Uni Eropa.
Alasan utamanya regulasi. AI Act di Eropa mewajibkan penandaan konten yang dihasilkan AI. Tapi di balik itu, ada pertanyaan besar soal seberapa jujur teknologi ini sebenernya.
Apa itu textGrain
textGrain itu watermark tersembunyi yang ditanam di teks. OpenAI ngeklaim pendekatan mereka setara atau lebih baik dari SynthID milik Google DeepMind. Metode SynthID sendiri jadi dasar watermark yang diumumin Anthropic pada Agustus lalu. Artinya, beberapa pemain besar AI bergerak ke arah yang sama.
OpenAI juga nunjukin skor benchmark. Kata mereka, performa teks ber-watermark nggak beda jauh dari yang tanpa watermark.
Kenapa baru Uni Eropa
Ini murni soal kepatuhan. Uni Eropa punya AI Act yang menuntut transparansi konten AI, jadi wajar kalau rollout-nya dimulai di sana. Anthropic juga ambil langkah serupa dengan alasan yang sama.
Bedanya, nggak semua pengguna senang waktu fitur ini diumumin. Sebagian merasa watermark ini lebih buat nutup tuntutan regulasi daripada bener-bener bikin AI lebih aman.
Buat pengguna di Indonesia, fitur ini belum kebagian. Tapi arahnya udah keliatan, penandaan konten AI bakal jadi standar global cepat atau lambat. Lebih sehat kalau kita siapin diri dari sekarang, bukan nunggu regulasi lokal ikut nyusul.
Sumber: OpenAI Is Adding Text Watermarking In ChatGPT and Codex