Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 1 Oktober 2026 · ~218 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

Satlyt Mau Jadi Android-nya Komputasi Orbit, Kumpulkan $8M buat AI di Satelit

Satlyt, startup garapan mantan PM Google dan SpaceX, raup $8M buat jalanin AI langsung di satelit. Pendekatannya open software, bukan sistem tertutup ala SpaceX.

Ada startup baru yang pengen jadi Android-nya komputasi orbit. Namanya Satlyt, didirikan mantan product manager Google dan SpaceX, dan baru aja ngumpulin $8 juta pendanaan. Idenya simpel tapi ambisius, jalanin AI langsung di satelit, bukan cuma ngirim data mentah ke bumi buat diproses.

Kenapa AI di orbit masuk akal

Satelit zaman sekarang ngumpulin data gila-gilaan, mulai dari citra bumi sampai sinyal cuaca. Masalahnya, bandwidth buat ngirim semua data itu ke bumi terbatas dan mahal. Kalau AI bisa nyaring atau nganalisis data langsung di orbit, cuma insight yang penting yang dikirim turun.

Android versus iPhone, tapi di angkasa

Satlyt sengaja bandingin model bisnisnya dengan Android. Software terbuka yang jalan di banyak hardware, bukan sistem tertutup satu vendor. Buat operator satelit, ini artinya lebih banyak pilihan dan nggak gampang terkunci di satu ekosistem.

Satlyt masih awal banget. Tapi arahnya jelas, mereka nggak cuma jualan satelit, tapi jualan software yang bikin satelit jadi lebih pinter. Kalau model terbuka ini nyantol, bisa jadi babak baru buat komputasi orbit.

Sumber: Satlyt, founded by a former Google and SpaceX product manager, raises $8M to run AI on satellites